Sabtu, 28 September 2013

Mars PKS

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Agar negeri ini berkeadilan
Indonesia maju bukan hanya mimpi

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Agar negeri ini berkeadilan
Indonesia maju bukan hanya mimpi

Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah
Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah

Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah
Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Lahirkan pemimpin adil sejati
Yang cinta rakyat dan negeri ini

Kita berhimpun dalam barisan
Lantangkan suara hati nurani
Lahirkan pemimpin adil sejati
Yang cinta rakyat dan negeri ini

Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah
Partai Keadilan Sejahtera
Maju terus tanpa kenal lelah

Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah
Kibarkan tinggi panji Allah
Bangun Indonesia penuh berkah

Bangun Indonesia penuh berkah...
Bangun Indonesia penuh berkah..

Rabu, 25 September 2013

Penalti Ronaldo di Injury Time Menangkan Madrid

AFP/Jose Jordan Elche - Real Madrid meraih poin penuh di kandang Elche. Kemenangan El Real pada laga Kamis (26/9/2013) dinihari WIB tersebut ditentukan oleh penalti Cristiano Ronaldo di injury time babak kedua. Pada laga yang berlangsung di Stadion Martinez Valero, Madrid tampil relatif dominan. Mereka memenangi penguasaan bola hingga 62%, kendati hanya bisa mendapatkan 12 attempts (5 on target) sepanjang laga. Tidak berbeda jauh dengan jumlah attempts Elche: 11 (3 on target). Berkat kemenangan ini, Madrid menempati posisi ketiga dengan nilai 15. Sementara Elche tetap menjadi juru kunci dengan nilai 3. Setelah bermain tanpa gol di babak pertama, Ronaldo membawa Madrid unggul di menit ke-51. Gol itu tercipta dari sebuah tendangan bebas, yang diberikan untuk Madrid setelah Ronaldo sendiri dilanggar oleh Ruben Perez. CR7 sendiri yang menjadi eksekutor tendangan bebasnya. Bola pun mengarah ke pojok kiri bawah tanpa bisa dihalau oleh kiper Manuel Yague. Drama di pertandingan ini terjadi di menit-menit akhir. Pada saat pertandingan sudah memasuki injury time, Richmond Boakye melompat untuk menyambut umpan silang Fidel dari sisi kiri. Boakye kemudian membobol gawang Madrid dan mengubah kedudukan menjadi 1-1. Saat pertandingan tampak bakal berakhir imbang 1-1, Madrid mendapatkan sepak pojok. Pada saat sepak pojok dilakukan, Carlos Sanchez melakukan pelanggaran terhadap Pepe. Sanchez mendapatkan kartu kuning dan Madrid mendapatkan penalti. Ronaldo kemudian menjadi algojo penaltinya. Dia mengarahkan bola ke pojok kiri bawah, yang kendati bisa ditebak arahnya oleh Yague tetap tidak mampu dijangkaunya. Tidak lama kemudian peluit panjang pun dibunyikan, Madrid menang 2-1.

Selasa, 24 September 2013

Pemerintah Harus Beri Penghargaan Tinggi Bagi Prestasi Sepak Bola Tim Garuda U-19

Jakarta, (24/9/2013) Kemenangan tim Garuda U-19 di piala AFF patut di apresiasi dan diberi penghargaan yang tinggi dari pemerintah. Pasalnya dengan memenangkan pertandingan sepak bola se-Asia Tenggara tersebut, persepakbolaan Indonesia mengakhiri paceklik gelar juara selama kurun waktu dua dekade terakhir. Demikian dikatakan Ahmad Zainuddin, anggota komisi X DPR RI menanggapi kemenangan tim Indonesia atas Vietnam lewat drama adu penalti.
Zainuddin mengatakan bahwa, dengan kemenangan tim U-19 ini, membuktikan betapa proses pembinaan sepak bola harus di mulai sedini mungkin, agar pembinaannya dapat dilakukan secara terprogram dan berkesinambungan. “Vietnam adalah tim yang bagus, karena mereka telah dibina sejak 6 tahun yang lalu atau ketika mereka berusia 12 tahun sudah dibina dalam satu tim. Jika tim garuda muda yang baru dibina sekitar beberapa bulan saja sudah mampu menjuarai piala AFF, bagaimana kalau tim itu dibina sejak usia 10 tahun ? tentu akan menghasilkan prestasi yang luar biasa,” ujarnya.
Di samping itu politisi PKS ini juga menghimbau agar pemerintah dalam hal ini Kemenpora dan juga PSSI harus bahu-membahu dalam melakukan  pembinaan olah raga bagi generasi muda agar nantinya prestasi juara bukan diraih karena kebetulan saja tapi merupakan hasil dari proses yang sudah terprogram dan terencana sejak awal.
Untuk itu legislator dari dapil DKI Jakarta Timur ini berharap agar pemerintah benar-benar serius dalam membina potensi olah raga generasi muda khususnya sepak bola, karena cabang tersebut merupakan olah raga favorit masyarakat dan juga kebanggaan di pentas internasional, tutupnya.

Jumat, 14 Desember 2012

Sejarah Singkat PKS

Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.
Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945.
Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus merubah namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).
Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiringterpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma'il dan Hidayat Nur Wahid disaat Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16 - 20 Juni 2010 di Jakarta, Luthfi Hasan Ishaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2010-2015.